Belajar lah dari Alam dan Ambil Pengalaman Masa Lampau agar setiap diri menjadi dewasa di masa depan (Sayyid Faridhal Attros AlKindhy Asy’ari)


Di sebuah Negeri Kampret Hidup seorang Raja yang Bijak sana dan Bijak sini,keadaan Negeri tersebut sedang dilanda Prahara besar,Bencana alam yang tak henti-henti nya,dan Korupsi besar-besaran,dari kalangan atas hingga kalangan bawah.

Sang Baginda Memanggil Para Punggawa-Punggawa Kerajaan, PM Ragile,Patih Jimmo,Bendahara Kerajaan Cech Gentong , Penasehat Spiritual Edi Sentana Dan Punggawa-Punggawa lain nya yang telah berkumpul..

Baginda : PM Ragile,Coba Jelaskan?Ada apa dengan Semua ini?


PM Ragile : Sendiko Baginda,Negeri Ini sedang Terjadi Prahara besar,Ada yang Merasa tidak senang dengan Kepemimpinan Baginda.
Baginda : Baginda terdiam(sambil megangin janggut nya),PatihJimmo coba telusuri dulu kebenaran nya apa yang dikatakan PM Ragile.


Patih Jimmo : Baik Baginda,saya akan berusaha menyelesaikan prahara ini,saya akan mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan yang ada untuk menyelesaikan kekacauan ini,dan saya tidak akan makan Pohon Kelapa sebelum kekacauan Ini dapat teratasi.


Baginda : Telusuri kebenaran nya dan jangan memakai kekerasan,telusuri dengan seksama disertai bukti yang otentik,orang2 yang tidak senang dengansaya…


Patih Jimmo : Sendiko Baginda…


Baginda : Bendahara ku,Cech Gentong ,bagaimana kasus korupsi si bangau Tong- tong,apakah sudah kau atasi?


Cech Gentong : sudah baginda,bangau tong-tong sudah di hukum sesuai dengan amal dan perbuatan nya,dan kekayaan nya pun telah di sita oleh kerajaan.


Baginda : Bagus……berikan kepada keluarga bangau tong-tong sebidang tanah untuk Hidup keluarga nya,dan juga naekin gaji para pengawai-pegawai kerajaan,dan beri Hukuman yang seberat2 nya buat para koruptor Semoga Kejadian itu tidak terulang lagi…..


Cech Gentong : Baik Baginda,akan saya laksanakan..


Baginda : Penasehat Spiritual ku,coba kau jelaskan ada apa dengan semua Bencana ini, Apakah Alam telah murka?


Edi Sentana : Sendiko Baginda,menurut menerawangan saya Negeri Ini kehilangan arah dan jatidiri,Negeri yang serba salah tingkah,tidak sinergis dengan Alam keadaan Sekitar.giliran nya negeri ini bener–bener menjadi negeri yang terserabut dari Akarnya,limbung lalu jatuh tersungkur. Budaya adalah laksana Akar Tunggang/Tunjang sebuah Pohon,yang akan menjadikan Tumbuh Berkembang,Kokoh Rindang,Berumur-panjang dan memberikan Kesejukan serta Keteduhan,Namun Apabila Akar Itu kita Hilangkan,jadilah Pohon yang Kerdil.
Budaya bukan lah hanya Hasil,sebagaimana Candi2,Rumah2 Adat,Kitab2 kuno,Adat-Istiadat.Budaya adalah sebuah Proses yang terjadi di masyarakat yang harus terus Berinovasi dan Memiliki Energi yang Kreatif yang besar untuk Memajukan Kemanusiaan yang lebih Manusiawi,yang memiliki rasa Kebertuhanan yang Lanjut dan Hingga Kesimpulan Penghayatan Hidup.


Baginda : Baginda Pun Terdiam Sesaat ……….Baik lah sudah Saat nya Masing2 Suku kembali Menghayati dan Melestarikan Kearifan lokal,Memiliki jiwa Apresiasi Tinggi terhadap Seni dan Budaya Serta Tradisi yang Indah Sekali.Kita pun dapat Mengambil Pelajaran dari Negeri2 Tetangga,Mereka dapat Eksis Berkat Kekuatan Jatidiri Bangsa yang tidak mudah terombang-ambing nilai-nilai Asing yang melahirkan Diskripsi dengan Akar Budi, budaya Setempat..
Sudah saat nya kita Untuk Mencapai kejayaan kembali di mulai dari diri kita masing2,sesuai dengan Tugas dan Peranan nya Masing2,Demi Anak-Cucu Kita…

Akhir nya Baginda pun Keluar dari persidangan dan Para Punggawa pun Melaksanakan Semua Perintah yang Telah di Titah kan…

Cerita ini hanyalah Khayalan dari seorang Bocah Ingusan yang Ingin Melihat Negeri nya Aman,Damai dan Sejahtera.klo kata bahasa jawa nya Menuju Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi….mohon maaf jika ada Kesalahan,dan untuk Penamaan tokoh nya maaf jika tidak meminta Izin terlebih dahulu…..


Sumber gambar adalah dokumentasi kopi darat kompasianer,

16 Januari 2010 di TIM CIKINI. Koleksi Saudara Cechgentong.